Jadi sebelum lahiran pasti banyak banget tips-tips supaya persalinan lancar. I know how all of you feel moms. Yaa walaupun hidup di tahun 2019 pasti tetep ada bagian kalimat "kata nenek dulu" dan "buktinya orang dulu kaya begitu enggak apa-apa" 😁. It doesn't mean false, tapi namanya saran ya boleh didengar boleh tidak. Betul kan?
Well, namanya akan menjadi ibu baru pasti akan diberikan petuah-petuah dari yang sudah berpengalaman sebelumnya. Beberapa minggu sebelum persalinan pasti ibu hamil yang kandungannya sudah tua juga dibilang "kok perutnya masih tinggi aja, ga turun-turun". Kalimat seperti itu sebenarnya bikin kepikiran juga, diantara cemas dengan persalinannya sendiri ternyata proses sebelum persalinan juga bikin telinga nguing nguing hehehe.
Jadi aku pribadi disarankan untuk mengkonsumsi minyak kelapa, "katanya" ini bisa membantu memperlancar proses persalinan. Tetapi belum ada riset yang menunjukkan bahwa minyak kelapa bisa membantu untuk memperlancar proses persalinan. Ini adalah dua hal yang berbeda yaitu menggunakan sistem saluran cerna dan proses persalinan melalui vagina. Tetapi jika seseorang meyakini bahwa mengkonsumi minyak kelapa dapat memperlancar persalinan, mungkin yang bekerja adalah psikologi ibu sendiri. Karena lancarnya proses persalinan bisa disebabkan oleh ukuran bayi, tenaga ibu, ukuran panggul dll.
Kemudian aku disarankan untuk mengkonsumsi akar fatimah, sementara didalam dunia medis sendiri tidak disarankan untuk mengkonsumsi akar fatimah karena kandungan didalamnya yang mampu untuk memicu terjadinya kontraksi. Memanfaatkan kandungan didalamnya dapat mengakibatkan kontraksi yang berlebihan sehingga dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.
Hhmm well, karena aku mengalami kontraksi sejak usia kandungan 5 bulan. Gerakku agak terbatas, jadi aku memilih untuk melakukan beberapa exercise yang bisa lebih relax untuk dilakukan. "katanya" jalan kaki bisa memperlancar proses persalinan. BENAR!! Jalan kaki adalah olahraga yang paling gampang untuk dilakukan oleh ibu hamil, selain menjaga kebugaran, olahraga juga membantu memperlancar persalinan.
Tetapi, jalan kaki justru lebih cepat memicu kontraksi untukku pada saat itu. Dokter juga menyarankan, tetapi kembali lagi karena kondisi kehamilanku yang unik akhirnya dokter lebih menyarakankan untuk melakukan olahraga apapun, yang penting bergerak dan nyaman.
Fyi, aku bisa renang dan senam bumil sekitar 20-30-40 menit paling lama selebihnya perut kencang lagi. Hehehe Berbeda dengan berjalan kaki, bolak balik dalem rumah berapa kali doang langsung kenceng deh. Akuuu punnn tak mengeertiii.........uwooo uwooooo~~~~~~~~~~
Mungkin aku jalan kaya monster kali yak "bug... Bug... Bug" gitu😁. Tetapi yang jelas ketika hamil bergeraklah renang, yoga, jalan kaki, senam hamil selama olahraga itu aman dan tidak membahayakan pada saat kehamilan ya monggo dilakukan. Itu sangat membantu!
Dont judging!!
Remember this, Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk olahraga renang pada seseorang yang tidak bisa renang. Kita tidak bisa memaksakan orang untuk berjalan kaki, pada kondisi yang tidak memungkinnya berjalan. Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk senam, pada seseorang yang tidak memungkinkan dirinya untuk senam. See!! Tidak semua hal yang baik pada seseorang, baik juga untuk orang lain.
Komentar
Posting Komentar