Assalamualaikum.
Okeh, aku akhirnya membahas tentang GTM juga. Kemarin-kemarin ada yang minta untuk membahas tentang GTM, tp anakku enggak pernah GTM jadi aku bingung mau sharing apa. Tapi jangan sediiihhhhh!!! Karena setelah my baby bisa jalan, perang dimulai.
Sesuai requuuueeesstttt, Jadi masuk usia 10 bulan lebih, anakku mulai bisa jalan. Tapi sebelum dia mulai bisa jalan GTM (gerakan tutup mulut) udah dimulai duluan. Awalnya aku bingung, kenapa sih dia kok enggak mau makan, mulutnya dikunci rapat, geleng-geleng kepala. Padahal biasanya walaupum dia demam atau tumbuh gigi tetep makan telap telep aja. Tapi, sekarang nggak ada angin, enggak ada hujan GTM??? Why oo why????
Sempet stres sendiri, Akhirnya ku bertanya pada guru yang punya segala jawaban dia adalah mbah google 😜. Setelah browsang browsing akhirnya kutemukan jawaban. AHAAA!!! Ada banyak opsi, nah opsinya sebagai berikut:
1. Bosan dengan menu makanan
2. Aktifitas mulai banyak
3. Naik tekstur makanan
4. Tumbuh gigi
5. Sakit
Dari opsi-opsi diatas yang paling memungkinkan adalah poin 1 - 3.
Tapi emang beneran deh, drama anak enggak mau makan itu bikin kepala pusing, hati retak. Adeh lebay bener dah emak-emak ini yaa. Lah gimana enggak stres cuy, baby itu mogok makan itungan hari aja beratnya bisa langsung susut, sesusutnya. Gimana enggak kepikiran? Udah mau masuk 11 bulan beratnya malah turun jadi 8,5 kg. Masih digaris hijau yang bawah emang, tapi kalau enggak mau makan terus lama-lama bisa turun ke kuning gimana?? (Tidak bisa dibiarkan rosalindaaa). Anak juga perlu untuk diperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya.
Lalu bagaimana cara mengatasinya????
Pertama yang aku ganti menu makanannya, dengan tekstur yang masih sama. Cara memasak juga sama, tinggal masukin semua bahan ke slow cooker beres deh. Jadi teksturnya masih bubur gitu ya. Hasilnya disembur lagi, dilepeh lagi dan ngamuk huhuhu.
Setelah mengganti menu makanan dengan tekstur yang sama tidak berhasil juga. Cara kedua aku putuskan untuk menaikkan level tekstur makanannya jadi nasi lembek dan menu 4* yang dicincang. Tapi mungkin karena dia masih kaget dengan tekstur barunya seperti biasa, dilepeh lagi, tapi lebih sulit disembur hahahaa.
Okedeh, aku putuskan untuk menaikkan level makanannya. Tapi tidak semudah itu juga aku memutuskan untuk menaikkan level teksturnya. Karena pertimbanganku saat itu dia masih 10 bulan, ususnya kuat atau enggak? Tersedak enggak? Dan lain sebagainya. Sehari, dua hari berkutat di dapur gonta ganti menu, naik turunin level, dengan kadar kepusingan yang mulai naik ke medium. Lalu hatiku bilang okeh fix naik.
Nb : Perhatikan konsistensi BAB bayi ya😊
Ketiga aku banyak berdoa aja mom, supaya anaknya jadi doyan makan lagi. Hehehe. Laah piye meneh??? Usaha udah, selanjutnya tinggal banyak-banyak berdoa aja, iya khaaaaan???. Candaaaa ding, tenang mom tips masih punya ide. Masa kalah sama bayi??? Huh!! Jadi setelah naikin level tekstur baby, aku ganti sendok yang biasa dia pakai makan, jadi sendok dengan bentuk kelinci. It works, sometimes loh. Jadi berusaha untuk menarik minatnya, mungkin dia bosan dengan tempat makannya jadi butuh yang baru. Lalu mendadak bisa story telling walaupun enggak tau itu cerita dimana juntrungnya, pokoknya dia tertarik, dan makan aja im happy.
Keempat minta baby buat liat keatas, entah minta buat liat lampu, cicak, ternit. Whatever, yang jelas begitu buka mulut langsung HAP!! Sendok masuk deh. Hehe
Kelima kasih air putih, memang tidak dianjurkan buat makan sambil minum. Tapi atuh gimana?? Kadang air putih itu helping a lot gitu. Daripada enggak ada yang masuk dan cara ini mempan. Yasudah, mau tidak mau doonggg😁
Keenam
Berikan finger food, ini berhasil juga. Jadi kadang dia enggak mau kalau makan disuapin, tangannya nyodorin minta makanan sendiri. Untuk beberapa makanan yang sekiranya bisa diberikan dengan cara finger food ya diberikan. Tapi kalau untuk makanan berkuah ya dibantuin makannya pakai sendok.
Ketujuh ajak untuk melihat pemandangan, kalau aku biasanya ngajakin dia kedepan rumah, liatin motor-motor lewat, burung yang terbang, kucing atau apapun yang buat mood dia bagus buat makan.
Ya, kira-kira itu tipsnya, kalau dulu waktu masih kurang dari 10 bulan. Pengalihannya masih lebih mudah. Di kecrek-kecrekin plastik juga anaknya noleh, pokoknya sesuatu yang bersuara dia pasti tertarik. Kalau sekarang cara itu dipakai, huh udah hafal anaknya. Enggak mempan jeung!!😕
Pada prinsipnya kalau anak GTM ikutin aja maunya, kalau lagi enggak mau makan nasi bisa diganti jagung, roti, kentang, ubi atau apapun untuk mendapatkan karbohidratnya. Begitu juga dengan prohe, dan pronanya, bisa digonta ganti. Pokoknya selama ada makanan yang masuk yoweslah. Tapi jujur syediihhh juga akutuuhhh!! Tiap hari mikirin menu, udah dibuat pahe hati, cinta dan kasih sayang begitu mateng makanannya dilepeh. Itu rasanyaaa, inhale... Exhale 💔💔💔.
GTM pleeaaseee go awaaayyyy, bunda pusing😪.
Komentar
Posting Komentar